Dari Kata Menjadi Karya: Mahasiswa KKN Undip Hadirkan Ruang Literasi Anak di Desa Gupit
Gupit, Sukoharjo – Sebuah buku mungkin hanya tampak seperti kumpulan halaman yang dijilid menjadi satu. Namun, di antara halaman - halaman itu, tersimpan sesuatu yang lebih panjang dari cerita; imajinasi, pengetahuan, nilai kehidupan, dan kesempatan bagi seorang anak untuk mengenal dunia melalui kata - kata.
Berangkat dari gagasan tersebut, Meilani Ekaristi, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, menghadirkan media literasi anak sebagai Teknologi Tepat Guna dalam pelaksanaan KKN Reguler Undip di Desa Gupit, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo.
Media tersebut hadir dalam bentuk dua buku kumpulan karya sastra anak, yakni Toko Roti di Minggu Pagi (Kumpulan Cerita Pendek Anak) dan Mimpi Besarku (Kumpulan Puisi Anak). Keduanya dikembangkan sebagai bahan bacaan yang dekat dengan kehidupan anak sekaligus dapat dimanfaatkan untuk memperkuat fungsi literasi di Perpustakaan Balai Desa Gupit.
Buku kumpulan cerita pendek anak berjudul Toko Roti di Minggu Pagi akan mengajak anak menyusuri cerita melalui tokoh, peristiwa, beserta konflik sederhana yang membawa pesan moral. Di sisi lain, buku kumpulan puisi anak berjudul Mimpi Besarku membawa anak berjumpa dengan puisi - puisi yang dekat dengan kehidupan sehari - hari; sekolah, persahabatan, lingkungan, cita - cita, hingga berbagai pengalaman sederhana yang akrab dengan dunia anak menjadi ruang bagi mereka untuk membaca sekaligus berimajinasi.
Pilihan tema tersebut bukan tanpa alasan. Sastra anak tidak harus selalu berbicara mengenai sesuatu yang jauh dan rumit. Justru melalui hal - hal sederhana yang dikenali anak, anak dapat menemukan pengalaman membaca yang menyenangkan serta dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan sastra kepada pembaca usia dini.
Di dalam karya tersebut, nilai - nilai seperti kepedulian, tanggung jawab, kemandirian, persahabatan, dan gotong royong disampaikan melalui bahasa yang sederhana. Sementara itu, kumpulan puisi memberikan ruang bagi anak untuk mengenali keindahan bahasa melalui permainan kata, bunyi, dan penggambaran pengalaman yang dekat dengan kehidupan anak.
Pengembangan karya ini menjadi salah satu bentuk pengaplikasian ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan ke ruang yang lebih nyata. Sastra tidak berhenti sebagai bahan kajian di dalam kelas, tetapi dapat dihadirkan sebagai media pembelajaran dan bahan bacaan yang dapat disentuh, dibaca, dan dinikmati oleh masyarakat.
Lebih dari sekadar menghasilkan dua buku, karya ini juga berupaya menjawab kebutuhan terhadap koleksi bacaan anak di Perpustakaan Balai Desa Gupit. Kehadiran koleksi baru diharapkan dapat memperkaya pilihan bacaan bagi anak - anak yang berkunjung ke perpustakaan serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih menyenangkan.
Buku - buku tersebut dapat digunakan secara mandiri maupun bersama - sama. Anak dapat membacanya sendiri, membacakan cerita kepada teman, berdiskusi mengenai tokoh dan nilai yang terdapat dalam cerita, atau menjadikan puisi sebagai bahan kegiatan membaca bersama. Dengan demikian, buku tidak hanya menjadi benda yang tersimpan di rak, tetapi dapat bergerak menjadi bagian dari aktivitas literasi masyarakat.
Kegiatan membaca bersama juga membuka ruang bagi anak - anak untuk berinteraksi. Sebuah buku dapat menjadi titik temu tempat anak untuk berbagi cerita, menyampaikan pendapat, dan belajar mendengarkan satu sama lain. Dari sudut pandang pendidikan, keberadaan bahan bacaan yang sesuai dengan usia sangat membantu anak untuk memperluas akses terhadap sumber belajar sekaligus menumbuhkan minat membaca sedari dini.
Karya ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin nomor 4 tentang Pendidikan Bermutu (Quality Education) melalui penyediaan bahan bacaan dan penguatan akses terhadap sumber belajar bagi anak - anak di desa Gupit. Buku menjadi salah satu langkah kecil untuk menciptakan ruang belajar yang tidak terbatas hanya pada ruang kelas.
Pada akhirnya, kegiatan KKN bukan sekadar perihal singgah ke desa, melaksanakan program, lalu kembali ke kampus. Ada gagasan yang harus ditanam, ada pengetahuan yang dibagikan, dan akan selalu ada karya yang ditinggalkan.
Penulis: Meilani Ekaristi (13010123140119)
Admin: Stevanus Ringgas Perangin Angin (24050123140142)